satu minggu sudah saya menamatkan buku berjudul “Matsushita KonosukePegawai Toko Sepeda yang Menjadi Raja Elektrik Jepang” terbitan Grasindo.Kisah yang begitu fenomenal tentang konosuke yang telah bekerja sejak umur 10 tahun.Konoseke kecil terpakasa harus mberhenti sekolah sampai pada tingkat 4 sekolah dasar(itupun tidak selesai),karena sekolah itu ditinggalkan sebelum ujian.Keterbatasan ekonomi membuat ia harus berhenti sekolah.
“Anak Tuan Tanah”
Pada awalnya konosuke sekeluuarga adalah keluarga mapan.Ayah konosuke adalah tuan tanah yang menyewakan sawahnya pada masy. setempat.Kegagalan spekulasi ayah konosuke dalam menimbun stok beras,membuat semua berubah darasttis.
Konosuke kecilpun akhirnya harus terseret dalam situasi yang begitu tragis.Bersama seluruah keluarganya mereka meninggalkan wakayama(tempat kelahiran konosuke).Konosuke sekeluarga meninggalkan rumah,sawah dan seluruh harta benda mereka yang telah menjadi anggunan pinjaman bank dan rentenir.
Read More…
Matshushita Konosuke, Industriawan Humanis
Posted in Uncategorized
Sejumlah tanda tanya Kasus Prita Mulyasari
2 hari yang lalu,tepatnya jum’at salah satu stasiun TV swasta membertitakan bahwa prita batal mendapat putusan sela.TV One dalam berita tersebut juga memberi informasi bahwa dampak dari batalnya putusan sela yang dikeluarkan Pengadilan Tinggi (PT) Banten kamis (30/7) secara teoritis akan berdampak pada diperkarakannya kembali kasus prita pada meja hijau.
Dengan keluarnya putusan tersebut,hal ini berarti Prita akan kembali menjadi manusia yang terdzholimi.
Read More…
Comments Off
Posted in Uncategorized | Tags: Kasus Prita Mulyasari
Hari Ini,Begitu malelahkan !

Jum’at 31 Juli 2009,sebuah hari yang begitu melelahkan.Betapa tidak pagi ini aku harus menerima kenyataan bahwa adekku sedang sakit.oleh karena sakitnya itu sari tidak bisa masuk Read More…
Posted in Uncategorized
Blogger tak bermartabat,jika…..
Kehadiran blog sebagai sebuah alat yang tersedia dengan keunggulan mudah, murah, dan interaktif akan mendorong lebih banyak ide, inovasi dan kreativitas baik di bidang teknologi informasi (TI) maupun industri kreatif. Namun sayangnya, hingga saat ini blogger di Indonesia belum memaksimalkan pemanfaatan blog sampai sejauh itu.
Read More…
Posted in Uncategorized | Tags: Blogger
Benarkah KPU akan diduduki secara paksa ?
beberapa saat yang lalau diberbagai media baik elektronik maupun cetak memberitakan bahwa KPU akan diduduki secara paksa pada saat rekapitulasi hasil pemilu 2009.
Berita tersebut berdasar pidato SBY menanggapi bom JW Marriot jilid II. “akan ada pendudukan KPU secara paksa oleh pihak yang tidak puas dengan hasil pemilu”
kini penghitungan telah dimulai,benarkah akan ada pihak yang “merebut kekuasaan KPU” sebagai rakyat kita hanya bisa mengungu.
Jika ternyata tidak terjadi “ramalan ” tersebut maka apa yang harus kita lakukan sebagai Warga Negara Indonesia,semua ada ditangan kita
Posted in Uncategorized | Tags: pendudukan KPU
Bom JW Marriot dan Ritz Carlton, imbas Pemilu 2009
ledakan bom berdaya ledak tinggi (HE) mewledak di JW Marriot dan Ritz Carlton (jum’at/17-7-09)sejumlah pernyataanpun bermunculan mengenai peristiwa teror kemanusiaan tersebut.semisal pernyataan Preiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono yang mengatakan bahwa pelaku bom adalah orang-orang yang ingin menggagalkan pemilu.”Apapun yang terjadi SBY tidak boleh memimpin pada periode selanjutnya.Jika SBY menang kita akan bikin Indonesia seperti IRAN,juga ada sekenario pendudukan KPU secara paksa pada saat pengumuman hasil pemilu.Ini fakta bukan fitnah bukan gosip”.Jelas SBY dalam pidato mengenai Bom JW Marriot dan Rizt CArlton.
Sementara itu MEGAWATI DAN JUSUF KALLA,yang juga calon presidden pada pemilu 2009 menilai bahwa ledakan bom pada dua fasilitas publik tersebut murni teror kemanusiaan dan tidak ada kaitannya dengan hasil pemilu 2009.oleh sebab itu menurut 2 calon preiden tersebut ledakan bom itu tidak perlu dikait-kaitkan dengan pemilu.Abu Bakar Ba’Asyir, pimpinan ponpes Ngruki pun angkat bicara ” ini adalah akibat Indonesia tidak menerapkan hukum Islam,negara tidak diatur dengan syari’ah Islam.Saya khawatir akan ada musibah yang lebih besar”.
Para tokoh maupun pemimpin negri bahkan siapapun tentu boleh berkomentar bahkan geram dengan teror kemanusiaan ini.Pada saat yang sama sesungguhnya rakyat Indonesiapun mendambakan kedamaian.yang perlu kita ingat adalah jangan mudah terpancing dengan pernyataan-pernyataan yang cenderung menyesatkan dan menggiring opini publik pada dis-Integrasi bangsa.
Sebagai rakyat dan warganegara Indonesia terlepas dari apaun status kita,tidak perlu untuk mempolitisir keadaan yang dapat memancing simpati rakyat.terkadang memang situasi seperti ini akan dapat menguntungkan sebaqgian pihak,namun perlu juga kita ingat bahwa tentu ada pihak yang dirugikan dan pada posisi ini tetu rakyat yang sedang dirugikan.Tegakah kita meng-eksploitisir rakyat yang semakin diujung tanduk.
Semua kejadian pasti terkandung hikmah,mari bangkit tuk lebih baik.Tunjujkan bahwa Indonesia bermartabat dan layak tuk dihargai di mata dunia dengan cara mewujudkan kemakmuran dan keadilan sosial serta menjada kedamaian dunia.
Posted in Uncategorized | Tags: Bom JW Marriot
Zhawahir al-Afkar al-Muhammadiyyah Abra Qarn min al-Zaman
Bismillahirrahmanirrahim
Bahwa keberhasilan perjuangan Muhammadiyah yang berjalan hampir satu abad pada hakikatnya merupakan rahmat dan karunia Allah Subhanahu wa Ta’ala yang patut disyukuri oleh seluruh warga Persyarikatan. Dengan modal keikhlasan dan kerja keras segenap anggota disertai dukungan masyarakat luas Muhammadiyah tidak kenal lelah melaksanakan misi da’wah dan tajdid dalam memajukan kehidupan umat, bangsa, dan dunia kemanusiaan. Gerakan kemajuan tersebut ditunjukkan dalam melakukan pembaruan pemahaman Islam, pendidikan, kesehatan, kesejahteraan sosial, serta berperan dalam perjuangan kemerdekaan dan pembangunan bangsa di negeri ini.Namun disadari pula masih terdapat sejumlah masalah atau tantangan yang harus dihadapi dan memerlukan langkah-langkah strategis dalam usianya yang cukup tua itu. Perjuangan Muhammadiyah yang diwarnai dinamika pasang-surut itu tidak lain untuk mencapai tujuan terwujudnya masyarakat Islam yang sebenar-benarnya serta dalam rangka menyebarkan misi kerisalahan Islam sebagai rahmatan lil-‘alamin di bumi Allah yang terhampar luas ini.
Read More…
Posted in Uncategorized | Tags: 1 abad MUhamadiyah
Kemanakah Langkah NU Muhammadiyah Selanjutnya (Part II)
Secara oraganisatoris kedua lembaga keagamaan-NU, Muhammadiyah-memang mencoba untuk tetap netral.Hal ini dutunjukkan dengan penerbitan surat intruksi oleh PP Muhammadiyah
No. 03/INS/I.0/A/2008, tentang Menjaga Kemurnian dan Keutuhan Muhammadiyah menghadapi pemilu tahun 2009.
(Sumber :muhammadiyah.or.id)
Sikap yang sama juga ditunjukkan oleh NU,tidak ada satupun sikap resmi PBNU terkait pemberian dukungan kepada salah satu pasangan capres-cawapres.pada titik ini keterlibatan testimoni maupun dukungan tokoh kedua lembaga bisa dianggap sebagai statemen dan sikap perorangan bukan mewakili sikap oraganisasi masing-masing tokoh.
Namun ditilik dari segi komunikasi politik,keterlibatan beberapa tokoh semisal Prof. Dr. H.M. Din Syamsuddin, M.A. (Ketua Umum PP Muhammadiyah), Buya Syafi’i Ma’arif (Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah),Hazyim MUzadi (Ketua Umum PB NU) dalam berbagai testimoni untuk Kandidat Peserta Pemilu 2009,JK-Wiranto maupun bentuk dukungan lain dapat dikategorikan pada upaya memberikan legitimasi agar warga NU-Muhammadiyah Memberikan suara pada kandidat bernomor urut 3 ini.
Setelah munculnya SBY-Boediono sebagai pemenang sementara (versi Quck Count LSI) dengan perolehan 60% suara per 13 juli 2009,kecaman pada tokoh agama yang dinilai tidak netralpun bermunculan. sebagaian masyarakat-sebagaimana dalam diskusi pada media Internet maupun media cetak menyayangkan sikap para ulama yang terlampau jauh memasuki ranah politik.apalagi setelah kandidat yang disokong diprediksi akan kalah dalam pertarungan pilpres 2009, praktis hal ini membuat para da’i tersebut semacam kehilangan kekuatannya dalam menggerakkan suara dalam pilpres ini.
Nasi telah menjadi bubur. Tokoh masiong-masing institusi keagamaan terbesar di Indonesia terlanjur terkena ranjau politik. Tentunya hal ini perlu menjadi pelajaran dan koreksi kita bersama baik selaku elit pimpinan maupun keluarga besar masing masing Institusi.Kedepan perlu ada sebuah kearifan politik bagi kita semua sehingga manakala terjadi persinggungan dengan wilayah politik tidak banyak menimbulkan dampak yang buruk.
Muktamar Muhammadiyah maupun NU semakin dekat.Sekiranya dalam forum permusyawaratan tertingi ini perlu dilakukan banyak pembenahan utamanya dalam bidang politik.Terlibat dalam politik tetap diperlukan sebab tidak bisa dipungkiri bahawa kemana arah perpolitikan negri ini adalah tanggung jawab bersama namun sekiranya perlu ditata sebuah strategi yang lebioh elegan agar tidak berdampak pada kepentingan yang lebih besar yakni setiah pada khita perjuangan dan menyelamatkan organisasi dari kepentingan politik praktis.
Sebagai sebuah kesimpuan,sejauh ini demokrasi di Bumi Pertiwi Indonesia sedang dan semoga akan terus berkembang.Dalam proses perkembangan yang pasang surut ini deperlukan sebuah kearifan bersama dari segenap elemen bangsa dalam kapasitas sebagai pribadi maupun sebagai pimpinan umat agar demokrasi tetap tegak dan berjalan diatas nilai-nilai independendsi etis.Oleh karenanya mari saling berkaca dan introspeksi agar hari depan bangsa ini-terlepepas dari hitam putihnya guratan tinta kita saat ini-akan mememukan sinar harapan seperti harapan para pendiri bangsa.Merdeka
Kemanakah Langkah NU Muhammadiyah Selanjutnya ?(part I)
Beberapa waktu yang lalu,ketika saya sedang membca bertita pada jawapos.com hati ini begitu tersentak dan ada sebuah kegelisahan yang mendalam.Berita yang cukup membuat hati tersayat adalah kekalahan 2 ormas besar dalam mengusung aspirasi politiknya, yang terkalahkan dengan realitas politik yang dimotori oleh tim kampanya salah satu capres yang diduga banyak pihak akan menag telak pada pemilu 2009.
Berikut berita lengkapnya
Ijtihad Elite NU-Muhammadiyah Mentok
KEKALAHAN pasangan Jusuf Kalla (JK)-Wiranto dalam pilpres tak hanya memantik kekecewaan tim sukses dan simpatisannya. Dua ormas Islam terbesar Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah tak urung juga mendapat getahnya. Pucuk pimpinan NU dan Muhammadiyah terancam akan dimintai pertanggungjawaban oleh para pengurus di wilayah.
”Ini pasti menjadi bahan pemikiran bagi wilayah-wilayah. Apalagi, (kedua organisasi) sudah mendekati munas atau muktamar,” kata pengamat politik LIPI Syamsuddin Haris kepada Indo Pos (Jawa Pos Group) kemarin.
Pada pilpres, NU dan Muhammadiyah menyokong JK-Wiranto sebagai capres-cawapres 2009-2014. Kedekatan historis dan ideologis dijadikan alasan kuat untuk mendukung pasangan nomor urut tiga itu. JK selama ini adalah warga dan bahkan salah seorang fungsionaris NU di Sulawesi Selatan (Sulsel). Dia juga dikenal dekat dengan kalangan Muhammadiyah.
Syamsudin mengatakan, secara struktur, besar kemungkinan imbas pilihan politik pada pilpres lalu bakal berdampak kepada NU-Muhammadiyah. Karena itu, jika ditanya akan seperti apa masa depan kedua ormas tersebut, imbuh Haris, jawabannya ada di ketua umum masing-masing.
”Soal bagaimana struktur ke depan bergantung kepada ketua umumnya. Pak Din (Din Syamsuddin, ketua umum PP Muhammadiyah) itu kan partisan, Pak Hasyim (Hasyim Muzadi, ketua umum PB NU) juga kelihatan,” ujarnya.
Dia berharap, momentum pilpres 8 Juli lalu, yaitu ketika elite-elite NU- Muhammadiyah seolah mentok dan ijthad politiknya sedikit sekali diikuti anggota di akar rumput, dapat menjadi bahan evaluasi untuk menentukan pemimpin-pemimpin mereka di kemudian hari. Dia setuju jika ke depan ormas dan pimpinan ormas tidak lagi bersentuhan dengan politik praktis
Sumber Berita : Jawapos
secara implisit (menurut saya) berita tersebut mengajak kita yang mungkin juga sebagai anggota dari salah satu Ormas tersebut untuk berfikir beberaapa hal.
Yang pertama,
kekalahan JK-Win yang notabene diusung oleh dua ormas besar ternyata belum cukup mampu untk memberikan suara yang signifikan bagi JK-Win. hal ini disebabkan adanya kemungkinan polarisasi kepentingan atara elit ormas dengan jam’iyahnya.maksud saya adalah kepentingan jajaran elit ormas kurang mendapatkan respon balik (feedback) positif dari masing2 jam’iyah.
kedua karena sifat dasar dariu masing-masing ormas adalah organisasi sosial kemasyarakatan, maka hal ini tentu berpengaruh pada tingkat masifikasi dan konsolidasi masing-masing oramas dalam rangka mengusung dan memenagkan pasangan JK-Win dalam pemilu 2009 yang menyebabkan kalahnya pasangan tersebut dai pasangan Incumbent,SBY-Budiono.
Pertanyaan yang kemudian muncul adalah, Bagaimana jajaran Elit Pimpinan masing-masing oramas NU-Muhammadiyah Merespon kekalahan ini ?sebab dalam posisi sebagai penyokong salah satu cepres pada pemilu 2009,kekalahan capres yang diusung sejatinya adalah tamparan keras pada NU-Muhammadiyah.
Bersambung
Posted in Uncategorized
Proses Hidup
HIdup adalah sebuah proses.
itulah yang ingin saya yakini
dan ingin saya tancapkan kuat2 dalam sanubari.
Ujian akan datang bertubi-tubi.
Namun jangan pernah khawatir Allah bersama hambanya
Posted in Uncategorized
Recent Comments