satu minggu sudah saya menamatkan buku berjudul “Matsushita KonosukePegawai Toko Sepeda yang Menjadi Raja Elektrik Jepang” terbitan Grasindo.Kisah yang begitu fenomenal tentang konosuke yang telah bekerja sejak umur 10 tahun.Konoseke kecil terpakasa harus mberhenti sekolah sampai pada tingkat 4 sekolah dasar(itupun tidak selesai),karena sekolah itu ditinggalkan sebelum ujian.Keterbatasan ekonomi membuat ia harus berhenti sekolah.
“Anak Tuan Tanah”
Pada awalnya konosuke sekeluuarga adalah keluarga mapan.Ayah konosuke adalah tuan tanah yang menyewakan sawahnya pada masy. setempat.Kegagalan spekulasi ayah konosuke dalam menimbun stok beras,membuat semua berubah darasttis.
Konosuke kecilpun akhirnya harus terseret dalam situasi yang begitu tragis.Bersama seluruah keluarganya mereka meninggalkan wakayama(tempat kelahiran konosuke).Konosuke sekeluarga meninggalkan rumah,sawah dan seluruh harta benda mereka yang telah menjadi anggunan pinjaman bank dan rentenir.
Malam itu konosuke sekeluarga hanya dengan bekal gerobak yang berisi prabot rumah tangga seadanya meninggalkan kecamatan wakayama,provinsi wakayama.konosuke kecil (kelak merupakan pendiri Matsushita Denki/Perusahaan Elektronic Panasonic)berada diujung gerobak itu.Bersama dengan seluruh tenaga tersisa keluarga tuan tanah yang dulu serba kecukupan itu harus terjatuh secara ekonomi dan memulai kehidupan dari nol.Seluruh pembantu terpaksa dipecat,rumah megah,tanah,sawah dan segala hartapun ludes.ditempat baru yang jauh dari layak, Ayah konosuke memulai usaha sebagai pembuat sandal tradisional jepang.Sementara itu seluruh kakak lakinya membantu bekerja di beberapa kantor.Beberapa saat kemudian ayah matsushita pergi ke Provinsi osaka untuk bekerja sedangkan konosuke hanya tinggal berdua bersama sang ibu. Saat itu konosuke menjadi murid SD.Karena begitu sengsara dan tragis hidup mereka hari demi hari,akhirnya satu dami satu kakak laki-laki konosuke meninggal.”konosuke kini hnya kau satu-satunya anak laki-laki di keluarga kita”ucap ibu konosuke padanya,seraya pundak lelaki kecil itu terasa berat.
Tibalah gilirannya
Pada usia 10 tahun saat konosuke menginjak tingkat 4 SD di Jepang,datanglah surat dari ayah untuk ibu.Isi surat itu memohon agar konosuke dikirim ke osaka,kota tempat ayah konosuke bekerja.Ibu matsushita bertanya pada konosuke dan konosuke berkata “baik ibu aku bersedia dikirim ke Osaka.Tibalah hari dimana seorang bacah kecil harus meninggalkan bangku sekolah.Dijapang Pendidikan tingkat dasar hanya emnpat tahun.”sungguh sayang padahal sedikit lagi kau bisa menyelesaikan pendidikan dasarmu”kenang salah satu guru matsushita saat ia berpamitan pada gurunya.Setelah berpamitan pada sang ibu,berangkatlah konoeuke ke propinsi osaka dengan menaiki kereta. “Tolong jagalah anak ini,karena ia belum pernah ke Osaka sebelumnya”ucap ibu Matsushita pada salah satu penumpang kereta.Konoseke kecil pun berangkat ke osaka seorang diri dan sang ibu harus melepas bocah yang kelak menjadiraja eltik jepang ini dengan penuh haru dan dada sesak karena sedih.
Di Osaka, Konosuke kecil bekerja di sebuah toko sepeda milik keluarga Godai.Di Propinsi Osaka inilah yang kelak menjadi sekolah alam konosuke,mendidik konosuke tuk pantang menyerah,ulet disiplin dan tahan dengan segala kegagalan.Disnilah kelak konosuke pada usia 22 tahun mulai berani mengambil keputusan untuk menjadi usahawan yang sukses.Pada suatu titik dalam perjalanan hidupnya ketika resesi ekonomi melanda jepang ia mengambil keputusan beresiko”pertahankan seluruh karyawan,jangan ada yang dirumahkan walau hanya satu orang.kita akan tempuh jalan lain untuk hadapi resesi ekonomi,pekerjakan hanya setengah hari dan kurangi produksi serta perbanyak penjualan” ujar matsushita dihadapan jajaran karyawannya.
Prinsip hidup konosuke yang selalu berusaha untuk berbuat yang terbaik bagi bagsa dan negara serta kepedulian pada nilai-nilai kemanusiaan inilah yang membuat konosuke tak lupa saat berada diatas angin.Bahkan karena begitu pedulinya pada kesejahteraan manusia,lelaki yang menerima berbgai penghargaan dan berbagai gelar doktor dari berbagai universitas ini telah merancang barang-barang yang akan dibutuhkan manusia pada 5000 tahun yang akan datang.sejumlah ribuan benda yang telah dirancang bersama tim ilmuan yang ditunjuknya itu kini ditanam di istana osaka.
Seandanya lebih banyak usahaawan sekelas Mr.Matsushita Konosuke,yang rela meninggalkan kepenttingan pribadi untuk kepentingan yang lebih mulia,tentu cita-cita konosuke yakni mensejahterakan manusia dalam kedamaian dalam suasan yang tentram akan segera terwujud.
Membaca Kisah Matsushita Konosuke Membuatku semakin tersadar dan yakin bahwa hidup adalah sebuah peroses panjang berliku,berawal dari yang kecil dan membutuhkan sebuah keberanian tuk melangkah dengan waktu yang anda miliki. Lalu pertanyaan berikutnya yang segera harus kita jawab”kapan kita memulai keputusan penting dalam hidup kita tuk selanggkah lebih maju”?tidak ada nanti atau lusa,segera melngkah lebih maju dan sekaranglah saatnya.Semoga Sukses dapat kita raih,walau terjal ada nya.
Posted by: ivanistyawan | August 10, 2009
Matshushita Konosuke, Industriawan Humanis
Posted in Uncategorized
Recent Comments